Monday, December 27, 2010

Sembuhlah Buah Hatiku

Sudah beberapa hari ini Aisya sakit, menangis terus susah tidur merepotkan ibunya. Aku jauh di sini ga tau apa-apa, hanya suara tangisanya saja ku dengar dari sini lewat hape ku. Aisya yang lincah, mondar mandir, jatuh dan bangun lagi, tak jarang kepala si kecil aisya terbentur, kata ibunya, kasihan. Si kecil yang lucu itu kini hanya bisa menangis di gendongan ibunya sesekali diam dan menangis lagi, hingga kecapean dan tertidur. Sedikit terganggu dari tidurnya bangun dan menangis lagi merasakan sakitnya. Sepanjang itu aisya berada di gendongan ibunya, sabarnya bunda.
Kelincahan aisya kini sementara terhenti karena sakitnya, tak ada lagi ocehanya yang bising dan lucu, tak ada lagi usilanya yang suka mengganggu anak kecil yang sedang mengaji di rumahnya. Sedang belajar berjalan, jatuh dan bangun lagi membuat tubuh aisya semakin lama semakin lemah kemudian sakit. Aisya terlalu lincah untuk teman seumurannya.
Aisya cepatlah sembuh, aku hanya bisa mendoakan buah hatiku dari jauh, ayah juga sedang sakit, namun lebih sedih jika ayah mendengar aisya sakit. Ya Alloh sembuhkanlah kami dan keluarga kami, anugerah kesehatan yang Engkau berikan sangat berarti bagi kami, amin amin amin yaa robbal aalamiin.

Thursday, September 30, 2010

Ternyata Hari Ini Indah

Seharian ini aku hanya tidur melulu, gak banyak aktifitas aku kerjakan, dari pagi badan sudah terasa gak enak sejak kemaren masalah yang sudah mau dua bulan ini gak selesai selesai, bukan masalah besar cuman terlalu ribet aja. Aku ga mau ngebahas masalah itu, bikin mumet dan tambah males aja. Dari malam kemaren perut terasa panas, ternyata diare berujung besok paginya. Ditambah lagi badan yang kecapean jadi terasa meriang banget deh pagi ini, mau kerja rasanya ga semangat, ijin sakit aja ah... itung-itung bulan-bulan terakhir sudah lama ga bolos kerja, bukannya males kerja tapi pingin istirahat dulu, rasanya bakalan sakit kalau dipaksa kerja, soalnya minggu depan hal yang lebih penting sudah menanti.
Hari ini jadinya ga masuk kerja, aku sudah sms boss ijin sakit aja (kan memang lagi sakit) dari pagi badan lemes dan rasanya kedinginan mau makan males mau ngapa-ngapain juga males banget, tiduran juga males banget. Kalau biasanya badan kurang enak begini aku malah ga mau berhenti ngerjain apa aja, tapi kali ini tidak, aku pengen beristirahat saja, tapi dipikiranku begitu tergoda untuk melakukan sesuatu, tapi tetap saja kupaksakan untuk diam dan tiduran saja.

Saturday, September 18, 2010

Mati Dalam Rindu

Resah masih kurasakan, sudah empat hari kembali di Jakarta, memulai semua aktifitas kembali bekerja, pulang kerumah, dan bekerja lagi seperti hari-hari yang lalu, biasa dan biasa ga ada yang luar biasa. Sehabis lebaran Jakarta masih sepi, pikiran ini masih belum terlalu terasa ruwet, pikiran ini masih merasakan aroma wewangian bau desa, aroma hijau padi dan rerumputan masih tercium di pikiranku. Suasana desa yang kurasakan selama seminggu lebih sunggu sulit untuk dilupakan sampai sekarang. Keindahan dan ketenangannya terbawa sampai di Jakarta yang biasanya sumpek dan macet namun kali ini belum sesumpek dan semacet hari-hari sebelum lebaran.
Gak ada habisnya kalo memaparkan kelebihan-kelebihan desa tempatku tinggal, yang ada hanya membuat iri Jakarta yang sumpek dan ruwet saja. Hm...

Wednesday, September 8, 2010

Wanita Seperti Apa?

Wanita dikatakan menjadi penentu keberhasilan sebuah rumah tangga, bahkan ada yang mengatakan kemajuan negara bergantung pada wanita-wanita, bergantung pada istri-istri, lebih banyak betulnya emang. Istri-istri banyak berpengaruh pada tingkah laku suami-suaminya, bisa bikin suami tertawa, semangat, juga bisa membuat suami-suami males, marah-marah dan masih banyak lagi akibat yang dibuat para istri.
Oleh karena itulah seharusnya wanita-wanita itu segera sadar bahwa dirinya dapat menjadi kekuatan yang hebat bagi suaminya, dan segera mengambil tindakan alias harus berbuat sesuatu jika ada keanehan atau ketidakwajaran pada laki-lakinya atau suaminya.

Thursday, September 2, 2010

Apa Yang Lebih Penting?

Pernah merasakan mempunyai sesuatu yang berharga, mahal misalnya, atau menarik misalnya. Ada orang yang bergitu cintanya dengan binatang piaraannya sehingga pagi-pagi buta ketika ia bangun tidur ia langsung memandikan binatang piaraannya yang sangat ia sayangi melebihi sayangnya pada anak istrinya bahkan kadang mengalahkan rasa sayangnya pada dirinya sendiri, sehingga nggak jarang binatang kesayang tersebut sudah wangi dan bersih sementara dia masih bau iler kadang bau jamban, mengerikan. Ini hanya salah satu contoh saja, mungkin masih banyak yang lebih menarik untuk di jadikan contoh dan bahkan mungkin diri kita masing-masing secara tidak sadar mengalami hal seperti itu walaupun tidak sama persis tapi ada kemiripan.
Sudahlah, intinya disini hanya masalah "penting", maksudnya seberapakah penting sesuatu hal hingga harus mengalahkan hal penting-penting lainnya sehingga hal-hal yang penting-penting itu menjadi tidak lagi penting karena dikalahkan satu hal penting. Dunia ini penting, makan penting, duit penting, mobil motor semua hampir penting. Keperluan kita untuk hal-hal penting itu menjadikan kita kadang-kadang harus bangun pagi-pagi buta, mengejar kereta berangkat kerja, tujuannya apa? bermacam-macam. Ada yang bekerja karena penting pengen punya motor, ada yang bekerja karena penting pengen punya duit, ada yang bekerja karena penting untuk makan, ada juga yang bekerja karena penting dari pada menganggur. Berbagai macam kepentingan bertemu disini, semua hanya untuk dunia yang penting ini.

Wednesday, August 25, 2010

Ngerasani Pemerintah

Beberapa bulan yang lalu dia berjanji harga-harga gak akan naik, malahan turun.
Dia juga berjanji listrik gak akan mahal, berjanji juga sekolah gak mahal.
Semua hanya dusta, dia terlanjur ku pilih dan sekarang sudah duduk enak di kursi yang empuk.
Kemana-mana bebas macet, ngalor ngidul dengan pengawalnya, sementara kami masih juga begini.
Terus terang sakit hati, hidup kami hanya begini begini ada kamu gak ada kamu sama saja.
Mendingan gausah kamu di duduk kursi itu, biarin aja kosong.
Kita sama-sama aja rame-rame disini, kita sama-sama aja kepanasan disini.
Mendingan kita sama-sama ngerasain mahalnya harga beras, mendingan kita sama-sama ngerasain macetnya jalanan.

Saturday, August 21, 2010

Menyiksa Rakyat

Tiket kereta sudah habis, bingung mau nyari tiket kemana lagi buat mudik tahun ini, tiketnya banyak tapi peminatnya jauh lebih banyak jadi sebentar dibuka loketnya tiket langsung habis sementara yang ngantri dan gak kebagian jumlahnya hampir tiga kali lipat dari pada yang kebagian tiket di hari itu, belum lagi pengantri-pengantri besok pasti lebih banyak yang gak kebagian tiket.
Kereta api jadi rebutan di bulan-bulan begini, mau mudik naek kereta, bukannya ga ada pilihan lain, tapi keterpaksaan. Banyak hal yang menjadi alasan kenapa harus kereta api, salah satu alasan yang paling gampang adalah murah, ya naik kereta lebih murah dari pada pilihan lain. Walaupun resikonya besar saat berjubelan berebut naik, copet, sumpek, gerah, panas ga masalah yang penting dapat yang sesuai isi kantong.

Wednesday, August 4, 2010

Mari Menggerutu

Tulisan ini hanya sebuah gerutuan yang barangkali tidak berarti, di dunia yang semakin populer dengan istilah "gue gue elu elu" ini akan semakin banyak yang menggerutu dan semakin menggerutu seperti saya. Karena hanya bisa menggerutu ya menggerutu saja, toh kalau teriak juga ga bakalan ada yang mendengar gak bakalan ada yang mau peduli, menoleh aja nggak apalagi peduli, maklumlah gue gue elu elu, begitu barangkali.
Kenapa saya menggerutu, kenapa anda menggerutu mungkin juga lebih 60 persen orang di sekitar kita menggerutu, ya saya menggerutu karena ada yang mengganggu saya ada yang mengganggu ketenangan saya,

Friday, July 2, 2010

Lelaki Penyabar

Amir masih juga berjalan mengejar maghrib yang hampir tiba, dengan peluh menetes di tepian keningnya ia bernafas terengah engah mempercepat langkahnya, begitulah sehari hari ia pulang dari kerja dari sebuah rumah mewah yang sedang di renofasi. Ia bekerja sebagai kuli bangunan membantu tukang untuk mengaduk semen dan pasir. Gajinya tidak seberapa tapi cukuplah untuk menghidupi keluarganya di kampung bahkan kadang kurang dan terpaksa ia harus puasa ketika melakoni pekerjaan beratnya.
Sesampai di rumah kosnya Amir menjatuhkan tubuhnya di tikar lusuh yang sehari hari ia gunakan tidur, tubuhnya terasa menggigil oleh dinginya malam, perjalanan di temani gerimis membuat tubuhnya kedinginan. Sekeluar dari musholla sehabis magrib di perjalanan gerimis agak menjadi membuat baju celana semakin lepek setiba di kos-kosan. Alhamdulillah perut masih belum terasa lapar sore ini, tadi siang yang punya rumah mampir untuk melihat rumahnya yang sedang diperbaiki dan membawa sedikit makanan, baik sekali bapak itu, lain sekali dengan mandor kerjaku yang suka seenaknya sama anak buah terutama pada teman-teman Amir yang terlihat mata mengambil istirahat terlalu lama di waktu dluhur atau ashar.
Sambil rebahan sore itu meneteslah air mata Amir, sudah hampir setahun ia tidak lagi melihat putri pertamanya sejak terakhir kali ia pulang pada saat istrinya melahirkan.  Ia begitu merasakan kerinduan mendalam pada keluarganya, ia begitu ingin mendengar tawa atau tangisan putri kecilnya, ia begitu ingin menyentuh jari jemari putri kecilnya yang tidak ia ketahui sejauh mana saat ini pertumbuhan putrinya. Ia berdoa disela kerinduanya untuk diberikan kesabaran yang lebih menghadapi semua ujianya.

Friday, June 4, 2010

Gadis Dan Sepeda

Selepas isya aku keluar untuk mencari makan, dengan motor butut yang kusayang aku berjalan keluar rumah, tengok kanan kiri mencari warung yang pas rasanya dan pas harganya, hmm, kulihat sebuah warung rame dan membuatkuu penasaran dan bertanya apa sih yang di jual itu aku jadi penasaran dan menghampirinya, pengen nyoba koq keliatan banyak pelanggannya.
Kuparkir motorku, oh rupanya warung nasi uduk, tak apalah lumayan biat mengisi makan malam hari ini, aku langsung pesen dan lumayan juga masakannya beda ama nasi uduk biasanya memang, pantesan rame. Selepas makan aku bayar dan pulang, diperjalanan pulangku itu kulihat hal yang tidak biasanya. Seorang gadis yang berumur sekitar 20an dengan sepeda pancal pelan pelan melewatiku. Dia terlihat begitu lelahnya mengayuh sepeda itu, dengan hati hati dan pelan pelan dia tetap mengayuh seolah sudah tak ada lagi kekuatan karena jauhnya perjalanannya. Memang daerah tempatku tinggal masih termasuk kampung dengan jalanan yang gelap, jauh, dan sepi, tapi pengaruh dari Jakarta begitu besar membuat pola hidup masyarakatnya begitu metropolis, dan hampir tidak pernah bisa di temui lagi kendaraan seperti sepeda pancal yang sedang di kayuh gadis ini.

Tuesday, June 1, 2010

Perjalanan Menuju Kesedihan

Ku terus berusaha untuk menutup mataku sore itu, benar-benar tak ingin pikiran ini terbawa terbayang senyum senyum manis anak ku canda tawa istriku. Sadar diri ini bila bila tak segera tertidur maka pikiran ini akan terbawa menuju hal-hal yang hanya akan membuatku bertambah bingung dan tak karuan rasanya.
Sore itu kereta yang sesak yang ku tumpangi membawaku kembali jauh dari keluargaku, dari anakku yang hanya ku lihat senyumnya sebulan sekali bahkan terkadang bisa dua bulan atau lebih baru ku lihat kembali senyumannya. Jam 04.45 sore itu bersama gerismis bercampur berisiknya roda roda gerbong kereta di tambah nada sumbang pengamen kereta, penjual-penjual yang bersautan menawarkan barangnya, kurasakan sesak pilu itu kembali menusuk-nusuk hatiku. Aku harus meninggalkan kembali kebahagiaan yang hanya tiga hari kurasakan bersama anak dan istriku.


Thursday, April 8, 2010

Lelah Sekali

Hari ini ku nyatakan kelelahan fisik dan jiwaku begitu dalam tingkat yang tinggi sekali, sulit untuk di deskripsikan dengan kata. Sudah beberapa hari ini ku coba untuk kuatkan dan kuatkan fisik dan jiwaku ini menghadapi semua permasalahan dan semua keributan ini. Hari ini aku masih bertahan kembali untuk menghadapinya lagi. Ku sadar diri ini sudah waktuunya untuk menyempatkan diri beristirahat sejenak, menenangkan fisik dan pikiran ini. Namun aku masih harus berjuag dan berjuang lagi. Aku hanya bisa ihklas saja atas semua beban beratku ini, aku lakkukan saja tetap dengan semangat dan senang hati walaupun fisik dan jiwaku sementara minta untuk di istirahatkan.
Kuatkan aku ya robb, kuatkan tubuhku kuatkan juga hatiku...aku ingin mndapatkan ridlo dan karunia terbesarMu ya Alloh...semangat semangatttt...

Wednesday, April 7, 2010

Sebuah Pilihan Yang Salah

Aku adalah seorang ayah sekarang, seorang ayah yang sangat menyayangi putri kecilnya. Namun ini adalah sebuah dilema besar dalam hidupku yang pernah kurasakan hingga saat ini, sebuah dilema menjalani pilihan yang sebenarnya tidak aku sukai dan harus aku jalani. Dua bulan yang lalu putri kecilku di lahirkan, kini beranjak terlihat lucu dan menyenangkan untuk mengikuti kesehariannya dengan tingkah polahnya. Tentu saja ini akan sangat berarti bagi seorang ayah manapun untuk menemani putri kecilnya tumbuh besar hari demi hari.
Namun berbeda yang kurasakan saat ini, sejak kelahiran putriku selang beberapa hari setelahnya aku tak pernah lagi melihatnya. Tujuh hari setelah kelahiranya ku berikan nama untuk putri kecilku dan kemudian aku tinggalkan demi menjalani rutinitas yang sebenarnya teramat tidak ku sukai namun itu suatu kewajiban.

Saturday, March 20, 2010

Helm ku Ilang

Tiga hari yang lalu kejadian mengenaskan menimpa diriku, hiks. Saat itu aku sedang ada pekerjaan di sekitaran Jl. Sudirman Jakarta ku buru buru pengen cepet selese, maklumlah hari jumat biasanya arah pulang selalu macet parah, kalo bisa sih sebelum jam 17.00 sudah bisa ngaburrr. Eh dengan semangat yang tinggi segera kuselesaikan semua tugasku dan alhamdulillah aku berhasil menyelesaikannya dengan selamat dan bisa sedikit hemat waktu sekitar 15 menit, itu artinya jam 17.00 di kurangi 15 menit aku sudah bisa ngaburrr. Setelah sampai di parkiran segera saja ku posisikan tasku yang berat banget itu maklum lah kerja kuli, tas isinya barang berat...segala peralatan species besi ada disitu, hehehe.
Eh sadar ga sadar koq aku langsung bisa naruh tas di posisi itu padahal helmnya belum aku ambil (motorku supra x jadul bro) biasa aku taruh helm saat parkir di selakangan depan, kalo lagi jalan aku gantiin posisi helm itu dengan tasku yang beratnya minta ampyun, maklum kalo di panggul terus tasnya umur 30 tahun bisa2 aku dah pensiun kerja. Aduh siapa yang ambil helmku yah, tadi kan aku taruh di selakangan motor, hiks, ribetttt langsung otak ku. Yang ada dikepalaku kemana perginya helm ku, aku langsung mencari

Monday, March 15, 2010

Kehadiranmu

Setelah sekian lama menati kehadiran buah hati dengan perasaan bercampur aduk akhirnya berakhir juga, bertepatan tanggal 3 februari 2010 si kecil yang kunanti akhirnya terlahir dengan selamat dan sehat, Alhamdulillah ya Alloh.
Peristiwa kelahiran yang sungguh menegangkan dan sekaligus mengherankan bagi diriku sendiri, ini semata karena kebesaran Alloh subhanahuwataala (tak perlu di ceritakan detailnyalah, tapi memang menakjubkan bagiku). Ibu dan anaknya sehat sehat saja, terlahir dengan berat 31 ons dan panjang 50 cm, begitu menyenangkan sekali mendengar kelahiranya.
Siang itu ketika diriku sedang menyelesaikan pekerjaan di salah satu proyek perusahaanku, tiba2 aku mendapat kabar dari kampung bahwa istriku sedang di rawat di puskesmas karena sudah ada tanda2 melahirkan, selang beberapa jam kemudian (sekitar jam 12.30) aku mendapat kabar kembali bahwa istriku di pindah ke rumah sakit. Aku saat itu tidak bisa berbuat apa2 yang kulakukan hanya berdoa dan segera menyelesaikan pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawabku itu, agar aku bisa segera pulang dan mendampingi kelahiran anak pertamaku. Akhirnya jam 3 aku sudah sampe rumah, dan aku persiapkan semua yang kubutuhkan untuk segera pulang, ku bergegas menuju stasiun dan ketika jam enam kurang aku sudah sampe stasiun gambir, ku coba mencari kabar kondisi istriku yang sedang di rumah sakit, kutelepon dan kabar yang ku terima ternyata alhamdulillah menggembirakan, istriku telah melahirkan dan aku sangat bahagia saat itu, walaupun ketika itu aku tidak bisa mendampingi proses kelahiran tapi aku tetap bersyukur istriku bisa melahirkan dengan tidak membutuhkan waktu yg terlalu lama dan si kecil yang kutunggu terlahir dengan sehat, Alhamdullilah semua berjalan baik-baik saja.

Saturday, January 30, 2010

Kenapa Ya?

Kenapa tiap awal tahun aku merasa kurang ok, banyak sekali kesalahan kesalahan aku buat, selalu aja saja hal yang membuatku kurang hepi. Kerjaan, apalagi, selalu bikin ga senang, seolah olah aku selalu buat kesalahan dan keteledoran. Bosan banget kapan ini bisa berakhir dan bagaimana supaya ini bisa berakhir. Aku tak tahan haarus hidup dalam jalan yang tidak aku inginkan, tapi bagaimana caranya agar aku bisa berpindah ke jalan yang aku inginkan, yang sesuai dengan keinginanku.
Waduh ini ngelindur atau mimpi sih (sama aja), aku sedang tenggelam dalam sesuatu yang tidak aku ketahui, aku tidak bisa menemukan jalan bagaimana aku harus keluar dari tempat yang memenjarakanku selama ini, aku bingung dan masih bingung.
Bosaaaaa...n

Bosan

Hidup ini kenapa berjalan begitu begitu saja, membosankan. Yang jelas bukan salah siapa siapa, yang salah ya tentu saja yang menjalani sendiri, kenapa hidupnya jadi membosankan. Lantas bagaimana biar hidup ini tidak lagi membosankan, apa yang harus aku lakukan?
Masih mikir, &#%@^(&#??

Monday, January 25, 2010

Ku Bersimpuh

Dalam siang hari yang panas, keberistirahat di masjid, duduk merenungi diri ini, begitu dalam.
Ke dengar adzan dluhur di kumandangkan, kumelangkah tertatih dengan beban berat di pundakku.
Kuletakkan tas dan jaketku, dengan perut lapar ku berjalan menuju pancuran air.
Ku basuh mukaku dengan berwudlu.
Ku menuju tempat termulia untuk menyerahkan jiwa ragaku, seolah olah ku telah siap menghadapMu selamanya.
Ku bersimpuh, penuh elu di mukaku, ku menangis di hadapanMu.
Tergoncang jiwaku karena keadaanku.

Ya robb tunjukkan jalanMu.

Wednesday, January 20, 2010

Aku Rindu

Aku rindu, malam ini aku rindu sekali, rindu pada kekasihku, rindu pada cintaku, rindu pada istriku. Hm... teringat ketika bersama dulu, dia yang membangunkanku di pagi hari, yang membuatkan sarapan sebelum ku berangkat kerja, yang mengantarkanku ke pintu ketika berangkat bekerja, yang mendoakanku di kala bekerja, yang merindukan kepulanganku dari bekerja, yang menyambut kepulanganku sehabis kerja, yang mengambilkan minumku dan merapikan bajuku.
Kini dia sedang jauh, mengemban suatu hal yang lebih berat dari semua itu, cepatlah kembali istriku aku rindu padamu. Malam ini ku teringat kebersamaan kita di kala senang dan susah selalu bersama, selalu saling menjaga dan memperhatikan, selalu saling mengalah.
Ku teringat malam itu sayang ketika pertama kali kamu menderita sakit itu, sepuluh hari setelah ulang tahunku, sehabis maghrib kau memuntahkan darah dari paru2mu, kau membuatku khawatir, aku panik aku bingung karena belum pernah mengalami yang seperti ini, aku sangat takut dikala itu.

Tuesday, January 19, 2010

Sebentar Lagi

Sebentar lagi, iya sebentar lagi, itulah kata yang selalu kuingat ingat dalam beberapa hari terakhir. Apanya yang sebentar lagi? hm...kebahagiaan itu, hadirnya tangisan anak kecil di rumah kamu, hadirnya rengekan suara bayi di rumah kami, kami akan di sibukkan dengan urusan si bayi, menangis, rewel, pipis, buang air duh banyak sekali pokoknya. Apalagi ini nanti musim hujan, bakalan bersliweran jemuran gara gara pendatang baru ini sering ngompol dan buang air sesukanya, bakalan kurang tidur gara gara si bayi bangun tengah malam di kala yang lain sedang menikmati mimpinya, hm...ga kebayang hal seperti itu akan segera kualami.
Kemarilah nak, duh kok nangis teruus, aduh ayah dipipisin, hm...ucapan itu sebentar lagi akan sering terdengar. Walaupun kedengaran repot dan menjengkelkan namun dibaliknya ada kegembiraan yang teramat susah untuk dilukiskan, indah, seneng, bahagia akan selalu terasa.
Lengkaplah sudah keluarga kami, ayah, ibu dan si kecil segera menyusul. Yang selalu terlintas di fikiranku adalah anakku akan menjadi anak yang berebakti pada orang tua, beragama, dan berguna...ayo nak datanglah bahagiakan orang tuamu ini, bawalah agamamu ini kembali kepada kejayaannya. Ayo nak... cepatlah kau besar, sudah lama sekali semuanya terpuruk, kuharapkan kau cepat besar dan membawa Islam mu ini kembali ke jalanya dahulu. Hm....

Amiiin

Monday, January 11, 2010

Aduh Kesel Banget

aduh kesel banget hari ini, gak tau kenapa, perasaan ga nyaman banget. Kerja jadi males, pulang kerja males juga, nyampe rumah males juga. Yang terasa enak hari ini cuma makan malam ajah, enak segerrr banget. Lainya nggak banget deh, besok kerja masuk malem, males sebenernya tapi ada untungnya juga siangnya bisa melakukan hal lain yang belum selesai di kerjakan.
Ahhh.. ga taulah bete n ngeselin semua hari ini. Dah ahh males banget.

Saturday, January 9, 2010

Libur Yang Malang

Biasanya aku paling gembira kalo hari libur kayak gini, banyak rencana bersama istri, masak bersama, bersih bersih rumah, sarapan, trus ke pasar belanja, jalan jalan ke mall walaupun cuman liat2 ajah, ke toko buku buat baca2, ah selalu ada kegembiraan. Beberapa minggu ini beda, istri harus pulang ke rumah orang tua karena menunggu kelahiran sang buah hati, soalnya kalo di jakarta kasihan juga, kalo lahirnya pas lagi jam kerja kan ayahnya sedang ngantor atau lagi ga di rumah, lantas siapa yang jagain, ya lebih baik pulang kerumah orang tua. Walaupun sadar sepenuhnya diriku ini, menunggu kelahiran buah hati kalo bisa berdua dua, maksudnya istriku tetap di sini, tapi ternyata hal itu ga bisa di lakukan, dan terpaksa mengorbankan kebahagiaan demi keselematan, ya sudahlah, kalo memang lebih baik begitu.
Pagi pagi gini bangun pagi terasa sepi bro, ga ada senyuman, ga ada sarapan pagi, ga ada canda tawa, sepi banget bro yang ada cuman nyamuk nyamuk semalam yang sudah kekenyangan menghisap darahku, hiks. Sudahlah jangan terlalu lama di ungkap kesedihan ini, lebih baik mbahas yang lain ajah, apa yah, tetep aja hari libur ini jadi hari libur yang malang.

Friday, January 8, 2010

Kutu kupret

Walah hari ini aku berhasil menyelesaikan tugas yang berat, dengan ketenangan, kesabaran, kontrol diri, kontrol emosi dan segala kemampuan yang aku kerahkan. Sebenernya bukan niatan untuk pamer atau sombong, tapi semua itu bisa muncul akibat motivasi yang aku bangun sendiri dari dalam diriku ini. Ceritanya begini nih.
Pagi pagi jam setengah 8 berangkat kerja, kirain telat nyampe kantor eh malah pass banget jam 8 tet dan sampe, akhirnya laporan ke boss dan ada sedikit cerita yang agak bikin hatiku down dan shok berat. Betapa tidak perusahaan yang notabene mengandalkan kerja tim tapi masih ada saja yang saling menyalahkan dengan menyebut nama orang perorang. Dan aku salah satu korbannya walaupun sebenarnya bukan aku yang melakukan kesalahan itu, tapi aku jadi korbannya, jujur saja memang bukan aku yag berbuat kesalahan itu. Aku akhirnya buka saja sama bos apa yang telah aku lakukan dan apa yang aku ketahui tentang masalah itu, dan terakhir aku bilang sama boss "seandainya saya bohong sama bapak, bapak juga tidak akan tahu, tapi sejujurnya itu cerita sebenarnya dari saya, yang saya ketahui, dan saya hari ini menjadi kurang semangat mendengar cerita seperti itu dari bapak".

Tuesday, January 5, 2010

Kereta Sore dan Kesedihanku

Hari ini sebenernya cape banget, betapa tidak dari Jakarta kemudian Lamongan kemudian Jombang bolak balik dari naik kereta, angkutan umum, motor dari jalanan besi sampai jalanan becek dan berbatu semua ku lewati, perjalanan sungguh melelahkan memakan waktu, biaya dan tenaga. Berangkat dari Jakarta jumat setelah sholat jumat, sampai stasiun kehabisan tiket dan rela berjejal jejalan asal sampai rumah, tidak dapat duduk, tidur sambil berdiri dan menekuk kaki sungguh menyiksa kawan. Sampai rumah membawa rasa kantuk yang berat, tapi alhamdulillah bisa menemui sang kekasih yang kondisinya sehat sehat saja, aku bahagia melihat sang kekasih yang lebih sumringah walaupun diriku ini kurus seolah tak terurus, hiks. Dua hari di Jombang asik sekali, sibuk, bersih bersih, bahagia tak terperi, mengetahui perkembangan si kecil yang insyaAlloh sebentar lagi segera lahir, alhamdulillah.