Monday, January 17, 2011

Harta Dan Wanita

Aku ga tau ungkapan judul di atas bener atau salah, terus terang aku benci dengan harta, selalu jadi masalah. Banyak masalah yang timbul lantaran berebut uang, berebut kekayaan, berebut sesuatu yang berharga. Saudara bisa jadi musuh, teman bisa berkhianat, ah semua gara-gara harta dunia. Harta juga bikin lupa, lupa tujuan hidup sebenarnya, lupa dengan Yang menciptakan kita dan harta, lupa, lupa diri lupa ingatan, lupa segalanya hanya ingat harta dunia, lagi lagi.
Tapi memang tak bisa di pungkiri, keperluan akan kebutuhan sehari-hari, biaya sekolah, beli beras, beli sebongkah emas semua pake harta dunia. Mau gimana lagi, rupanya harta harus di cari, harta harus di buru, harta harus di punyai. Harta di kejar-kejar banyak orang, semua ingin memilikinya, semua ingin menguasainya.
Wanita banyak memandang pria dari sisi kekayaan yang dimilikinya, wanita menyukai harta dari pada pria yang harusnya jadi imamnya. Para istri lebih suka marah kepada suami mereka lantara tidak diberi uang belanja, dari pada suami kesiangan telat sholat subuh. Istri lebih sewot dan manyun lantaran melihat tetangganya beli kulkas baru atau kalung anting emas. Wanita sangat menyukai harta daripada pria, itulah kenyataanya. Wanita akan rela melepas suaminya yang lebih beriman dan bersuamikan lagi yang lebih kaya harta. Wanita dan harta, dua-duanya terkadang sama gilanya, aku benci harta gara-gara harta wanita jadi gila padanya. Aku benci wanita yang gila harta, dari pada wanita solehah yang beriman, emang wanita gila harta bikin lelaki jadi gila.

Saturday, January 15, 2011

Dengan Bersyukur Ku Jadikan Hari Ini Sangat Indah

Hari kedua kembali di Jakarta, sabtu kemaren sampe jakarta lagi setelah seminggu lebih berada di Lampung, ah kota yang indah, ingin kesana lagi, kapan ya? Kembali merasakan sumpek macetnya Jakarta, hari sabtu dan minggu begini aja macet banget, gimana besok hari senin ya. Kabarnya beroperasinya busway koridor terakhir (ga tau koridor yg ke berapa, bodo amat) makin membuat macet Jakarta, di tambah di tutupnya beberapa jalan karena adanya penambahan jalan layang di atasnya makin membuat Jakarta macet, ga kebayang deh deritanya besok senin.
Tapi inilah kenyataanya, dari pada di pikirin terus susahnya hanya terasa mengeluh saja, ah mendingan di lupakan saja, di jalanin saja, biar hidup ini terasa indah, bersyukur sajalah dengan kondisi yang ada, semoga semua bisa jadi lebih baik deh.
Melompat jauh melupakan Jakarta, jauh di sana (kampung) ada si kecil dan ibunya yang lebih menyenangkan untuk di pikirkan, ada orang tua yang sedang mendoakan. Ku coba pencet tombol hp dan ingin ku mendengarkan suara ocehan si kecil, wah begitu meriah begitu menggemaskan, alhamdulillah ya Alloh kesehatan yang sudah di berikan. Begitu cerianya si kecil dengan ocehanya, begitu bahagia mendengarnya, indah sekali, aku sangat bersyukur hari ini sangat indah. Puas mendengar si kecil ganti ku coba memanggil nomer berbeda, kali ini ke kampung orang tua, banyak kabar menyenangkan. Musim tanam di mulai, walaupun musim kemaren panen gagal tetap musim tanam kali ini tak boleh menyerah, ya Alloh anugerahkan kemudahan untuk mereka, dalam hatiku berdoa.
Begitu banyak kabar bahagia aku dengar hari ini, aku sangat bersyukur padaMu ya Alloh. kabar si kecil, orang tua, saudara dan usaha mereka, sungguh membahagiakan hatiku hari ini. Alhamdulillah ya Robb.

Wednesday, January 12, 2011

Dimana Keluargaku

Sudah enam hari di Lampung, yang semula rencana mau nginep di hotel ga jadi. Temen kerja punya saudara di sini, jadi malah numpang deh akhirnya. Hm... ini kota yang indah, bener-bener indah, lengkap pemandangan disini, lautan deket sekali, pulau kecil banyak terlihat dari pantai, perbukitan kecil banyak banget dan pegunungan ada juga. Udara begitu segar, tanaman masih rimbun disana sini di pinggiran jalan dan dipekarangan setiap rumah, indah deh disini, serasa di kota malang walaupun malang lebih dingin dan jauh lautannya.
Keluarga yang aku tinggali jauh dari kota, kalo dihitung dengan spedometer motor sih 30 km lebih. Kampungnya dekat bandara raden inten, branti tepatnya.
Daerah persawahan dengan beberapa rumah yang masih berjauhan, pohon kelapa dan pohon kajaran di pinggiran jalan. Terlihat begitu tenang perkampunganya, keluarga yang tenang dan nyaman, pemandangan yang selalu terlihat ketika aku pulang kerja di sore harinya, ah ini membuatku iri. Berbeda dengan diriku yang saat ini berada jauh dari anak dan istriku. Pekerjaan tetapku di Jakarta, sekali kali keluar kota seperti ini, sedangkan anak dan istriku jauh di jawa timur, tak taulah kenapa seperti ini. Ku sudah berusaha untuk mencari pekerjaan yang dekat dengan mereka namun selalu gagal, tapi aku selalu bersyukur karena semua yang di berikan oleh Alloh selalu menyimpan rahasia besar di baliknya, alhandulillah aku selalu berfikir positif.
Ada rasa sedikit mengganggu pikiranku ketika terlihat begitu indahnya suasana keluarga yang tinggal di daerah seperti ini, nyaman, tenang, rukun, ah diriku seolah merasakan iri. Terlintas di fikiranku saat itu bayangan bayangan keluarga ku, istriku, si kecil yang sedang belajar berjalan dan ramenya rumah dengan teriakan dan ocehannya, indah sekali, namun sayang hanya lamunan. Hm... hatiku rupanya sedang sedih, aku hanya terdiam, kemudian menangis hati ini.
Ya Alloh anugerahkan aku kesabaran di hatiku, berikanlah yang terbaik untukku, untuk keluargaku, dan untuk saudara saudara seimanku ya Alloh, amin.

Friday, January 7, 2011

What A Women

Seorang pria, mendambakan wanita yang baik.
Untuk menemani hidupnya.
Untuk saling melengkapi kekurangan yang ada di dirinya.
Adakah wanita yang sanggup seperti itu.

Berbagai macam wanita di dunia.
Yang mana yang bisa
Menjadi teman selamanya.
Masih adakah wanita.

Yang tak menyakiti hati lelakinya.
Yang selalu mendinginkan fikiran lelakinya.
Yang mampu mendidik anak anaknya.
Yang mampu membawa keluarga bersama suaminya
 Masih adakah wanita

Yang tak memandang dunia.
Yang tak memandang dirinya.
Semua berdasarkan agamanya.
Masih adakah wanita.

Yang sanggup tulus untuk keluarga dan suaminya?
Masih adakah wanita.

Thursday, January 6, 2011

Ada Apa (Jantungku)

Bulan desember kemarin aku sempet mengikuti ujian masuk di salah satu perusahaan, tiga hari lamanya beragam tes kujalani, sangat lengkap dan baru kali ini tes masuk ke sebuah perusahaan begitu lengkap dan detail. Hari pertama kujalani dengan lancar, dari sekian banyak aku termasuk yang lolos dari enam orang yang di terima, alhamdulillah. Hari kedua tes sama saja, lengkap dan detail, begitu terlihat saingan lima orang yang lain begitu semangat melahap setiap tes yang di berikan kepada mereka, aku merasa diriku tergopoh-gopoh menyelesaikan setiap lembaran tes yang di berikan, tapi aku tetap berusaha konsen, fokus dan tenang membereskan setiap permasalahan, alhamdulillah selesai dengan sedikit berdebar-debar rasanya. Tak kusangka di hari terakhir tes rupanya tinggal diriku dan satu orang teman dari enam orang di antara kami, kemana yang lain, untunglah di hari kedua kami berenam sempat bertukar nomor handpone dan sepakat untuk saling memberi informasi jika ada yang di panggil dan tidak di panggil untuk melanjutkan tes. Aku coba sms kelima peserta yang lain, ternyata mereka tidak ada yang di panggil untuk mengikuti tes yang terakhir.
Hari ketiga adalah yang paling berat, sama dengan dua hari yang lalu dimulai jam 8 dan berakhir di jam 3 sore dengan istirahat 1 jam. Kami berdua kelihatan bersaing untuk memperlihatkan kemampuan kami hingga tes usai. Sebelum pulang kami sempat sepakat jika salah satu dari kami ada yang di panggil untuk tes lagi kami akan saling memberikan informasi.
Seminggu berlalu tidak ada kabar hasil dari tes tes yang tela ku lalui, ku coba untuk sms ke yang lain ternyata sama, mereka juga tidak menerima kabar. Tak kusangka setelah beberapa hari menunggu aku mendapat kabar baik, aku lulus dan diperbolehkan mengikuti tes selanjutnya, yaitu medical test lengkap, aku coba sms menanyakan ke yang lain ternyata hanya aku yang mendapatkan kesempatan itu.
Medical test ku jalani di Jakarta, disinilah akhirnya masalahnya. Setelah seminggu berlalu dari medical test aku tidak menerima hasilnya sama sekali, setelah aku cek ke laboratorium tempatku medical test ternyata mereka telah mengirimkan hasilnya sehari setelah aku medical test, itu berarti sudah enam hari yang lalu. Akhirnya aku coba mencari contact person perusahaan yang mengadakan tes tes tersebut. Aku coba telfon dan akhirnya setelah dua hari bersusah payah mendapatkan komunikasi dengan pihak HRD perusahaan tersebut akhirnya kudapatkan jawaban juga.
Mereka memberikan informasi bahwa semua tes yang kujalani berhasil dengan baik, namun ada satu catatan dari medical test, bahwa aku dinyatakan tidak lulus di sana. Dokter yang melaksanakan ECG memberikan sedikit catatan tentang kondisi jantungku, di jantungku ada masalah.
Aku kaget dan bertanya kembali detail permasalahanya, namun pihak perusahaan tidak mau memberikan jawaban, itu dapat aku mengerti karena itu adalah hak prerogatif mereka atas hasil tes tersebut. Aku bingung mengapa begini jadinya, ada apa dengan kondisi jantungku?
Hingga kini aku terus mencari informasi apa itu ECG, apa itu jantung, pokoknya semua yang berkaitan dengan jantung coba aku dapatkan informasinya. Aku berharap ini dapat memperbaiki kondisiku dalam waktu dekat, dan dapat mengerti apa saja yang sebaiknya aku lakukan dan apa yang harus aku hindari.
Dari informasi yang kudapat memang ada beberapa tanda tanda yang dapat kurasakan pada diriku tentang jantungku, ya itu benar. Namun saat ini yang dapat aku lakukan adalah segera mungkin menyelesaikan permasalahan ini, dengan berolahraga, mengatur pola makan, dan mendapatkan informasi secara akurat kondisi jantungku ini dari laboratorium.
Untuk langkah yang terakhir aku tak tau apakah bisa? terbentur masalah biaya tentunya, tidaklah murah untuk pergi ke laboratorium dan ECG ulang, sehingga detil jantungku bisa ku dapatkan informasinya. Aku tak tau berapa biayanya. Setelah aku pulang nanti aku berencana mendapatkan informasi tentang ECG, berapa biayanya. Aku berharap semuanya baik baik saja, ya Alloh mudahkan jalanku, amin.

Tuesday, January 4, 2011

Sabarkan Aku Ya Robb

Malam ini begitu melelahkan, dua hari ini pulang kerja malam terus, sampe rumah hampir jam 10 malam membuat mata ini serasa perih dan hampir tak kuat menahan kantuk. Seminggu yang lalu badan ini merasakan sakit mungkin karena kelelahan, seminggu ku jalani dengan fisik yang lemes, badan panas terkadang dingin, kepala terkadang pusing membuat tubuh serasa lelah dan lemah.
Memang dua hari ini sudah agak mendingan daripada kemaren kemaren, aku sudah mulai enak bekerja, namun kenyataanya seperti masih belum kuat untuk bekerja lama, apalagi hingga larut malam seperti ini. Aku hanya mencoba untuk bersabar dan menambah kekuatanku untuk menuju rumah selepas kerja. Sepanjang perjalanan di temani macet di hampir seluruh ruas jalan yang kulalui, siapa yang tidak tahu macetnya Jakarta. Untunglah minggu minggu kemaren liburan sekolah, ketika badan dalam kondisi lemas jalanan tidak terlalu macet seberangkat dan sepulang kerja. Tapi hari ini anak sekolah sudah mulai memadati jalanan, mobil pengantar dan penjemput mulai berlomba memenuhi jalanan, dan parahlan macetnya hingga larut malam begini, tak taulah apa masih ada anak sekolah selarut begini, hingga macetnya tak kunjung terurai di jam jam malam begini.
Tubuhku gontai di atas motor bututku itu, aku harus kuat, aku harus sampai rumah. Ku kuatkan perjalanan itu hingga tiba di rumah, alhamdulillah. Tetangga sudah gelap semua rumahnya, sepi dan dingin bekas hujan tadi sore menusuk tulang tulangku hingga hampir ke sumsum. Terasa lapar menyayat perut, tidak kutemukan makanan yang cocok untuk kondisiku saat ini yang sedang masa pemulihan dari sakitku. Dokter terlalu cerewet mengatur makanku, warung warung yang menyediakan makanan hingga semua makanan yang tinggal tersisa malam ini tak boleh kumakan semua, aku arus makan apa malam ini. Ah sudahlah lebih baik aku pulang dulu, ini terlalu larut untuk menunda lagi isya'ku. Aku juga harus pulang semakin malam akan semakin dingin kurasakan air menusuk nusuk tulangku ketika mandi nanti, aku sebaiknya harus pulang.
Ku bergegas mandi kemudian isyaan, handpone berdering, sejenak kuangkat sayup sayup suara jauh disana, sang kekasih menanyakan kabar, alhamdulillah aku baik saja. Tak taulah kenapa, malam ini sepertinya dia kelelahan mungkin hingga tak sadar ucapanya sedikit menyakiti perasaan kekasihnya ini. Aku hanya diam mendengar semua ucapannya, aku tak mau membalasnya, aku hanya bersedih dan berfikir, seandainya dia berada disini tentu takkan seperti ini kejadiannya, sabarkan hatiku dan hatinya ya Alloh.
Mataku semakin berkunang kunang, perut semakin tersayat lapar, tubuh semakin lemas kehabisan tenaga, aku hanya bisa berdoa lagi, berdoa untuk kekasihku, berdoa untuk buah hatiku, berdoa untuk orang tuaku dan terakhir berdoa untuk diriku. Kurasakan air mata jatuh tanpa terkendali membasahi pipi hingga bibirku. Sejenak kemudian tak tahu apa lagi yang terjadi, beberapa menit seperti ku kehilangan ingatan, namun tiba tiba pagi sudah datang, rupanya aku terlelap dalam lelah, rindu dan lapar, sabarkan aku ya Alloh.