Saturday, September 29, 2012

Sabtu Malam Kesekian

Hari ini libur kerja, seharian di rumah sedikit keluar hanya untuk ke pasar untuk keperluan rumah, beli beras kata waliband. Tak terasa sudah malam hari, sabtu malam, malam minggu kata anak muda, baisa aja tidak istimewa sama seperti malam malam minggu sebelumnya, sama seperti malam minggu enam tahun lalu ketika pertama kali di Jakarta. Begitu juga malam minggu hari ini enam tahun setelah malam minggu enam tahun yang lalu, sama saja tidak ada yang lebih istimewa di malam minggu.
Ga terlalu penting mikirin malam minggu, yang terpenting adalah ada sedikit perubahan untuk beberapa minggu kedepan di tambah beberapa hari. Setelah sekian lamanya di Jakarta akhirnya bisa juga dapat peluang untuk meninggalkannya, sesuatu yang beberapa orang menjadi istimewa termasuk saya. Harapan untuk meninggalkan Jakarta menyenangkan bagi beberapa orang yang bisa merasakan betapa lebih baik tidak di Jakarta, :)
Memang, tidak semua sependapat mungkin lebih banyak yang tidak sependapat jika lebih suka meninggalkan Jakarta dari pada bersama Jakarta, ahh.. itu tidak penting juga, tiap orang punya pendapat dan pemikiran yang berbeda dalam kehidupannya.
Bagiku sendiri Jakarta memang menarik, tapi kadang menyakitkan, terutama macet, ah.. tidak juga kadang macet malam membuatku bisa menikmati perjalanan. Ga penting juga rupanya kalo membahas menarik dan tidak menariknya Jakarta. Yang jelas ada alasan tersendiri untuk meninggalkan Jakarta, mungkin salah satunya membantu mengurangi kemacetan Jakarta dengan tidak adanya saya di Jakarta, :). Yang jelas juga sabtu malam ini adalah beberapa sabtu malam terakhir ketika di Jakarta, semoga menjadi kenangan, bahwa saya pernah bersabtu malam berkali kali hingga kesekian kali di Jakarta. Salam ngelantur... semoga bisa menjadi inspirasi dan bermanfaat, amin.