Wednesday, January 20, 2010

Aku Rindu

Aku rindu, malam ini aku rindu sekali, rindu pada kekasihku, rindu pada cintaku, rindu pada istriku. Hm... teringat ketika bersama dulu, dia yang membangunkanku di pagi hari, yang membuatkan sarapan sebelum ku berangkat kerja, yang mengantarkanku ke pintu ketika berangkat bekerja, yang mendoakanku di kala bekerja, yang merindukan kepulanganku dari bekerja, yang menyambut kepulanganku sehabis kerja, yang mengambilkan minumku dan merapikan bajuku.
Kini dia sedang jauh, mengemban suatu hal yang lebih berat dari semua itu, cepatlah kembali istriku aku rindu padamu. Malam ini ku teringat kebersamaan kita di kala senang dan susah selalu bersama, selalu saling menjaga dan memperhatikan, selalu saling mengalah.
Ku teringat malam itu sayang ketika pertama kali kamu menderita sakit itu, sepuluh hari setelah ulang tahunku, sehabis maghrib kau memuntahkan darah dari paru2mu, kau membuatku khawatir, aku panik aku bingung karena belum pernah mengalami yang seperti ini, aku sangat takut dikala itu.
Tapi aku sadar kita tidak punya siapa siapa untuk dimintai pertolongan bahkan hanya untuk di tanya, untunglah aku segera sadar kondisi bahaya itu, alhamdulillah setelah enam bulan lebih dalam masa pengobatan akhirnya kekasihku kembali sehat. Selama enam bulan itu aku di hantui takut dan cemas setiap hari, kondisimu yang tidak stabil, sakit yang kamu derita bisa kurasakan di diriku ini, aku benar benar takut dan khawatir. Setiap malam tubuhmu serasa terbakar panas, aku sangat cemas, hanya kita berdua saja, aku khawatir, aku selalu tidak tenang di setiap tidurku selama enam bulan menjagamu dari sakitmu, aku selalu menahan tangisku di kala sakitmu menyerang tubuhmu, aku cemas.
Kamu selalu sabar menghadapi sakitmu, selalu sabar menghadapi kerasnya sikapku, selalu sabar dan bertahan demi suamimu, aku tahu itu istriku. Tak akan ada yang bisa meggantikan dirimu di sisiku, kamu terbaik untukku, terimakasih ya Alloh atas anugerah terindahMu.
Aku suamimu sangat menghargai dan merindukanmu saat ini sayangku, tidurlah sayang.

No comments:

Post a Comment