Selepas isya aku keluar untuk mencari makan, dengan motor butut yang kusayang aku berjalan keluar rumah, tengok kanan kiri mencari warung yang pas rasanya dan pas harganya, hmm, kulihat sebuah warung rame dan membuatkuu penasaran dan bertanya apa sih yang di jual itu aku jadi penasaran dan menghampirinya, pengen nyoba koq keliatan banyak pelanggannya.
Kuparkir motorku, oh rupanya warung nasi uduk, tak apalah lumayan biat mengisi makan malam hari ini, aku langsung pesen dan lumayan juga masakannya beda ama nasi uduk biasanya memang, pantesan rame. Selepas makan aku bayar dan pulang, diperjalanan pulangku itu kulihat hal yang tidak biasanya. Seorang gadis yang berumur sekitar 20an dengan sepeda pancal pelan pelan melewatiku. Dia terlihat begitu lelahnya mengayuh sepeda itu, dengan hati hati dan pelan pelan dia tetap mengayuh seolah sudah tak ada lagi kekuatan karena jauhnya perjalanannya. Memang daerah tempatku tinggal masih termasuk kampung dengan jalanan yang gelap, jauh, dan sepi, tapi pengaruh dari Jakarta begitu besar membuat pola hidup masyarakatnya begitu metropolis, dan hampir tidak pernah bisa di temui lagi kendaraan seperti sepeda pancal yang sedang di kayuh gadis ini.
Gadis itu terus mengayuh sepedanya, dengan tubuh lemahnya dia menaiki jalanan yang lumayan menguras tenaga kemudian menuruninya dengan perlahan lahan seolah takut terjatuh karena orang orang yang naik motor begitu kencang dan dia seolah takut terganggu konsentrasinya. Terlihat gadis itu begitu sabar dan begitu teguh dengan sepedanya walaupun sudah nampak lelah, dia terus melewati perjalanannya.
Dari jauh tetap ku ikuti dia, tubuh kurusnya dengan pakaian yang nampak lusuh dan jilbabnya dia membawa tas yang ga tau isinya, mungkin dia selepas kuliah atau mungkin juga selepas kerja, tentunya begitu penting baginya hingga mau bersepeda melewati perkampungan dengan jalanan yang menantang tenaganya.
Masih terus dengan sepeda dan kesabaranya dia terus melewati jalanan malam yang gelap menghabiskan sisa sisa tenaganya dia menaiki tanjakan lagi, hampir roboh kulihat gadis itu tak kuat menahan sepedanya dia berhenti menghindari mobil mewah yang seenaknya menyerobot jalanan didepan matanya dan dia terkaget. Begitu terlihat kelelahan dari tangan tangan rapuh yang menahan beban sepeda itu. Sungguh sabar dia hanya diam dan berusaha terus menahan sepedanya. Sungguh gadis ini begitu terlihat sabar dan terlihat kuat tekadnya.
Mungkin hal seperti ini dilewatinya tiap hari dengan sepedanya, dengan jalanan yang gelap, bersaing dengan pengendara motor dan mobil yang suka seenaknya menyerobot dia terus melewati hari harinya, mungkin kuliah atau mungkin juga bekerja. Demi masa depannya dia menggunakan segala kemampuannya untuk meraihnya tanpa peduli keangkuhan dan kesombongan orang lain yang dia temui di setiap perjalanannya.
Di persimpangan terakhir menuju kontrakanku ku lihat gadis itu masih dengan sepedanya, mengayuhnya terus lurus menuju tempat yang lebih gelap dan jalanan yang akan lebih menguras tenaganya. Hilang di telan gelap gadis dan sepeda itu terus berjalan meninggalkanku, melanjutkan perjalan hidupnya yang masih jauh. Selamat tinggal dalam hatiku kepada gadis sabar itu, raihlah anganmu dengan keteguhan hatimu, tetaplah semangat dengan kesabaranmu yakinkan dirimu, Alloh akan memberikan yang terbaik untukmu. Dan gadis itu terus berjalan meninggalkanku.
No comments:
Post a Comment