Belakangan ibu aisyah sering lemas seperti mau sakit-sakitan ngga doyan makan tepi pengen makan, kalo dipikir-pikir bikin cape juga, sakit tapi kadang sehat kadang lemas. Pusing juga meskipun tidak ikut merasakannya.
Tanpa ada rasa curiga sedikitpun rupanya si ibu, namun curiga justru rupanya melintas di pikiranku, ya
Hal seperti ini pernah dialami ibu aisyah 2009 lalu ketika sakit paru yang baru diketahui setelah ada muntah sedikit darah dan melalui berbagai pemeriksaan rumah sakit. Namun lemas dan doyan ga doyan makan bukan karena sebab sakit paru tersebut, sebab beberapa hari setelah di ketahui sakit paru justru ibu aisyah mengandung aisya pada waktu itu. bahagianya ada anugerah di balik sebuah cobaan. Namun hal itu justru menjadi kabar buruk ketika dokter seketika meminta maaf. Dokter mengatakan kurang baik mengandung di saat sedang ada penyakit seperti paru, karena, penyakit paru pengobatannya harus dilakukan selama 6 bulan terus menerus dan tanpa putus seharipun, apabila pengobatan putus maka harus di ulang dari awal dan selesai 6 bulan kemudian yang dapat di pastikan melalui serangkaian tes di rumah sakit terlebih dahulu untuk mengetahui jumlah virus dalam darah yg mengganggu paru tersebut.
Hmm, obat paru memang bisa dipilih yang aman buat kandungan, tapi butuh waktu untuk memulihkan tubuh untuk persiapan melahirkan.
Mendengar itu hanya bisa pasrah, hanya punya satu pilihan, melanjutkan titipan ini dan berkomitmen berusaha menyelesaikan pengobatan selama 6 bulan pertama dengan tawakkal apapun hasilnya, agar sisa 3 bulan sebelum melahirkan bisa di gunakan untuk pemulihan dari obat-obatan yang sudah dimakan selama 6 bulan itu. Semakin panjang waktu pemulihan tentu saja semakin baik. Alhamdulilah Alloh menghendaki sesuai rencana dan lahirlah si bayi kuat aisyah.
Itulah 6 tahun lalu yg kembali terlintas, ya ibu aisyah mengandung sepertinya namun tida menyadarinya. Aku diam saja dan berencana ingin membawa ke dokter di saat tepat. Namun belum hal itu terlaksana sepertinya ibu aisyah keburu menyadarinya, jam 9 sabtu malam ibu aisyah minta diantar ke apotik beli tes kehamilah, alhamdulillah minggu pagi nya di ketahui positif.
Dua minggu setelah itu 4 januari 2015 dokter rs.moerdjito melakukan pemeriksaan usg di ketahui usia adik aisyah sudah kurang lebih 8 minggu di alam kandungan ibu nya dan insyallah 18 agustus nanti.
Alhdulillah ya rabb, semoga titipanMu ini mebuat kami semakin taat padaMu. Aku berkomitmen menjadikan anak kami hafidz/hafidzoh insyallah itu doa kami, namun aku belum mengatakannya pada ibu aisyah aku hanya memintanya banyak mengaji agar anak kami kelak sangat mencintai Alquran, dan aku juga berkomitmen menjadikan kami sekeluarga pecinta Alquran dengan mememorizing tentunya, namun blm juga mengungkapkannya, hanya sudah memulainya lebih dulu menghafalkan. Berikanlah kemudahan bagi kami untuk taat kepadaMu ya rabb, amin.
Saturday, January 24, 2015
Kedua
Sholat berkualitas = hidup berkualitas
Muslim laki-laki itu seharusnya bejamaah ketika lima waktu, bukan di rumah apalagi sendiri, tentu saja dimasjid di awal-awal waktu. Tapi kebanyakan tidak begitu, kebanyakan malah melupakannya begitu saja, bahkan banyak yang tidak tahu hal itu merupakan keharusan bagi laki-laki.
Bila keharusan tersebut bisa dilakukan secara berkontinu tentu saja kehidupan beragama akan lebih baik, bahkan semua sisi kehidupan dunia akan jauh lebih baik dari sekarang ini.
Hal itu bisa di anggap menjaga sholat, menjaga dalam arti sebenarnya bukan hanya melaksanakannya lima waktu namun tanpa kualitas. Tidak melaksanakan keharusan itu tentu saja bisa di anggap tidak menjaga kualitas dan hanya menghilangkan kewajiban saja, padahal pastinya dengan sholat yang berkualitas hidup juga akan dijamin dengan pasti kualitasnya oleh Yang mengatur semua sisi kehidupan ini.
wassalam semoga bermanfaat.