Saturday, April 7, 2012

Malem Minggu dan Angka Nol

Malem ini rupanya sabtu malem, bulan purnama lagi, bulannya mirip angka nol, mereprentasikan keadaanku kini yang habis keluar dari perusahaan tempatku bekerja. Semua jadi serba berantakan dan serba galau, ya tentu saja itu pasti terjadi dan alhamdulillah masih dalam batas bisa di kendalikan. Dari segi kondisi kantong yang paling berpengaruh, jam kerja berkurang dan jam menganggur  bertambah, tapi bagus juga jadi semakin banyak waktu tersisa untuk di rumah untuk berfikir mencari jalan yang lebih baik, meskipun sekarang audah ada kerjaan baru, tapi bukan itu tujuan akhirnya.
Di kerjaan yang baru semua tentu saja harus dimulai dari awal, dari nol, dari tidak kenal, tidak tahu, tidak biasa, dan tidak-tidak lainnya yang harus segera aku adaptasi agar semua bisa segera berjalan lancar. Ada rasa khawatir yang muncul ketika pertama bekerja, itu memang biasa, takutnya tidak cocok atau tidak sesuai dengan yang selama ini aku pikirkan. Dan memang itu terjadi, tapi harus dipaksakan, supaya semua bisa sesuai keinginan.
Keluar kerja menjadi pilihan, sebab di tempat kerja yang lama masa depan tak begitu terlihat, tak ada perubahan meskipun sudah 5 tahun lebih bekerja. Ironisnya lagi jika melihat rekan senior yang sudah puluhan tahun bekerja ya begitu saja kondisinya, hmmm, menakutkan jika harus seperti itu. Nyaman memang bekerja disana, tapi terlalu menakutkan jika dibayangkan 10 atau 15 tahun ke depan, keluar menjadi pilihan yang baik.
Ibarat berhitung mulai dari nol, kemudian naik sedikit demi sedikit, lambat laun memahami kondisi dan situasinya. Kalo saja matematika tinggal di kali dua, tapi ini lain ceritanya, terlalu sulit untuk mengkali duakan kondisi, naik satu satu saja sudah bagus. Hmm udah kejauhan ngelanturnya.
Yang terpenting sekarang adalah memikirkan apa yang harus dilakukan, tidak ada gunanya jika terus mengingat yang telah lalu, cukup dijadikan pelajaran berharga. Next, semoga kerja yang baru lebih baik, semoga bisa juga membuat pekerjaan sendiri, semoga juga bisa memperkerjakan orang lain, amin ya rabb.

Thursday, April 5, 2012

Galau

Seminggu sudah kerja di tempat yang baru, resign dari kerjaan yang lama, dapet kerjaan baru. Berhijrah awal niatnya suasana di tempat yang dulu sebenernya sudah asik, sudah enak mengalir seperti air, terlalu mudah, terlalu indah, terlalu enak seperti di puncak. Justru beginilah kawan suasana yang  menipu, serasa di puncak tiba-tiba jatuh dan terbanting siapa yang tahu, terlena dengan suasana yang nyaman, diam saja disitu menikmati suasana dan tidak kemana-mana.
Tentu saja berhijrah jadi pilihan kalo sudah begini, mencari tempat baru dengan suasana baru, meskipun belum tentu enak, dengan orang baru. Pusing lah awalnya, adaptasi tidak semudah seperti yang dipikirkan. Hah lebih baik diam saja, biarkan semua berjalan apa adanya, yang terpenting adalah niat yang sudah tertanam, semoga semua membawa kebaikan. Kebaikan dalam keIslaman untukku dan keluargaku, kebaikan sisi kantongku, kebaikan untuk semua orang yang kutemui, amin.