Aku adalah seorang ayah sekarang, seorang ayah yang sangat menyayangi putri kecilnya. Namun ini adalah sebuah dilema besar dalam hidupku yang pernah kurasakan hingga saat ini, sebuah dilema menjalani pilihan yang sebenarnya tidak aku sukai dan harus aku jalani. Dua bulan yang lalu putri kecilku di lahirkan, kini beranjak terlihat lucu dan menyenangkan untuk mengikuti kesehariannya dengan tingkah polahnya. Tentu saja ini akan sangat berarti bagi seorang ayah manapun untuk menemani putri kecilnya tumbuh besar hari demi hari.
Namun berbeda yang kurasakan saat ini, sejak kelahiran putriku selang beberapa hari setelahnya aku tak pernah lagi melihatnya. Tujuh hari setelah kelahiranya ku berikan nama untuk putri kecilku dan kemudian aku tinggalkan demi menjalani rutinitas yang sebenarnya teramat tidak ku sukai namun itu suatu kewajiban.
Beberapa minggu setelahnya aku sempatkan untuk menjenguk putriku, namun setelah pertemuan dua hari itu sampai sekarang aku tak pernah lagi melihatnya, sedih sungguh sangat sedih. Kenapa ini bisa terjadi padaku.
Terpisah dari keluarga merupakan hal menyakitkan sepanjang perjalanku ini, aku tak bisa menikmati masa indah bersama istriku membesarkan putri kecilku, mengikuti pertumbuhanya tiap hari, mendengar tangisan kecilnya, mendengar teriakan lucunya, mengganti popoknya semua tak bisa kurasakan, sungguh menyedihkan diri ini.
Tak pernah terpikirkan olehku sebelumnya, hingga hal ini benar benar kualami sendiri, kesedihan malam ini, kesedihan yang membuncah dan tak tertahan membuat seluruh tubuhku panas, lebih panas dari bara api, membuat otakku mendidih, membuar seluruh tulang dan dagingku bergetar ingin melawan semua yang menghalangiku untuk bertemu putri kecilku yang jauh di sana.
Maafkan ayahmu ini nak, ayah harus jauh meninggalkanmu, tak bisa menemani masa bahagiamu bersama ibumu. Doakan ayahmu ini agar segera kembali bersama kalian, berada di samping kalian, ayah sungguh sedih malam ini, tapi ayah malu untuk menangis, ayah harus kuat ayah harus terus berjalan agar kalian semua bisa tersenyum walaupun ayah harus bersedih setiap malam.
Nak maafkan ayahmu ini yang jauh dari kalian...
***sedih***
No comments:
Post a Comment