Pagi yang agak suram temaram mendung menggelayut langit Jakarta, musim hujan maklumlah kondisinya seperti itu. Pusat kota sepertinya lagi hujan deras, mendung di arah utara jauh lebih gelap dari disekitaran sini, udara di sini jadi lebih dingin di pagi yang masih dingin ini. Tetangga sebelah menggantungkan satu persatu jemurannya di depan teras yang dipasangi sebilah kayu tergantung dua tali kanan dan kiri, ikut pula ku gantungkan angan anganku melayang di pagi yang dingin ini. Percuma sinar matahari tak bisa lewat menembus mendung hitam, seperti percumanya jemuran yang di gantung tetanggaku itu. Percuma pula angan angan ini terus ku gantungkan di kepalaku. Semilir anginlah setidaknya membuat baju baju itu sedikit hilang bau apek nya, seperti itu pula ku anggapkan angan anganku bagai hanya ada sedikit harapan untuk sebuah masa depan. Ya sedikit pula seperti hilangnya bau apek itu pula, harapanku seolah merangkak tak pernah sampai.
Kontrakan ini dua belas rumah, kanan enam dan kiri enam seimbang dengan satu pintu di depan berpagarkan setinggi dada orang dewasa, dan ujung belakang tertutup rapat setinggi dinding dinding rumah bersambung kanan dan kirinya. Satu pintunya, walaupun berlokasi di pinggiran kampung rawan pencurian tapi aman saja, desainnya yang seperti itu membuat siapa saja yang berniat jahat mengurungkan niatnya, takut terjebak tak bisa keluar kemana mana. Pikiranku pun kini seperti itu, terkungkung hanya berada di sekitaran kontrakan, tidak kemana mana, padahal hampir delapan puluh persen jalanan jakarta sudah kuhapalkan, tapi pikiran ini selalu terkungkung disini saja, hanya di sekitar kontrakan, kalau seperti ini kapan majunya.
Anak anak tetangga pagi sudah ribut saja, ketawa ketawa. Riang gembira mereka saling kejar bergantian antar teman. Tiga orang saja tapi ramai seperti satu erte. Berisik tapi seneng juga liat senyum tawa mereka. Bener bener teringat Aisyah, lucu anak itu, walaupun belum genap dua tahun sudah pandai berkata-kata, menyenangkan mendengar setiap sesuatu yang di ucapkanya, salah dan lucu, duh anakku.
Anganku semakin melayang jauh, yang biasanya terkungkung di kontrakan ini kini terbang bebas keluar dan kuharapkan mampu menembus mendung hitam kota ini, datang kesana dimana anak dan istriku jauh berada. Bersama mereka tersenyum dan tertawa membangunkan semangat ini yang telah lama tidur dan cuma ngantuk ngantuk selalu. Ayo bangun semangatku, hidupkan rencanamu, buatlah perjalanan dan tinggalkan jejak di kehidupanmu, ayo bangun "semangatku".
Kontrakan ini dua belas rumah, kanan enam dan kiri enam seimbang dengan satu pintu di depan berpagarkan setinggi dada orang dewasa, dan ujung belakang tertutup rapat setinggi dinding dinding rumah bersambung kanan dan kirinya. Satu pintunya, walaupun berlokasi di pinggiran kampung rawan pencurian tapi aman saja, desainnya yang seperti itu membuat siapa saja yang berniat jahat mengurungkan niatnya, takut terjebak tak bisa keluar kemana mana. Pikiranku pun kini seperti itu, terkungkung hanya berada di sekitaran kontrakan, tidak kemana mana, padahal hampir delapan puluh persen jalanan jakarta sudah kuhapalkan, tapi pikiran ini selalu terkungkung disini saja, hanya di sekitar kontrakan, kalau seperti ini kapan majunya.
Anak anak tetangga pagi sudah ribut saja, ketawa ketawa. Riang gembira mereka saling kejar bergantian antar teman. Tiga orang saja tapi ramai seperti satu erte. Berisik tapi seneng juga liat senyum tawa mereka. Bener bener teringat Aisyah, lucu anak itu, walaupun belum genap dua tahun sudah pandai berkata-kata, menyenangkan mendengar setiap sesuatu yang di ucapkanya, salah dan lucu, duh anakku.
Anganku semakin melayang jauh, yang biasanya terkungkung di kontrakan ini kini terbang bebas keluar dan kuharapkan mampu menembus mendung hitam kota ini, datang kesana dimana anak dan istriku jauh berada. Bersama mereka tersenyum dan tertawa membangunkan semangat ini yang telah lama tidur dan cuma ngantuk ngantuk selalu. Ayo bangun semangatku, hidupkan rencanamu, buatlah perjalanan dan tinggalkan jejak di kehidupanmu, ayo bangun "semangatku".
No comments:
Post a Comment