Pukul 1:43 tengah malam. Apa salahku jika terbangun di tengah malam, pikiran seperti ling lung. Semua terasa berantakan aku mencari-cari seolah semua hilang. Ya semua yang kurasakan jadi milikku telah pergi telah hilang mereka sudah tidak ada di dekatku, padahal memang aku tahu mereka tidak ada di dekatku dari dulu sampai sekarang dan entah sampai kapan. Sedih sudah tidak berguna, menangis siapa yang peduli, hati ini terlanjur keras malam ini, sekeras batu, lebih keras mungkin. Di tempa waktu, terbiasa dengan masalah, terbiasa menyendiri, aku hanya hidup seperti melanjutkan rasa kesepian sambil menunggui mati. Tidak ada dan tidak ada, kata itu yang setiap waktu mengganggu pikiranku, dari pagi sampai pagi lagi dari malam sampai malam lagi, dari hari hingga ke tahun, mungkin sampai mati, aku takut jika itu terjadi.
Di tengah malam ini ingin ku kembali menenangkan hati dan memejamkan mata, biarlah semua ini kurasakan sendiri, hal yang tak pernah terbayangkan harus terjadi. Ku tahu ini adalah jalan terbaik yang ku butuhkan, walaupun bukan jalan terbaik yang ku inginkan. Ku hanya bisa berdoa, "Terserah padamu ya Rabb".
Di tengah malam ini ingin ku kembali menenangkan hati dan memejamkan mata, biarlah semua ini kurasakan sendiri, hal yang tak pernah terbayangkan harus terjadi. Ku tahu ini adalah jalan terbaik yang ku butuhkan, walaupun bukan jalan terbaik yang ku inginkan. Ku hanya bisa berdoa, "Terserah padamu ya Rabb".
No comments:
Post a Comment