Terlalu banyak mengeluh selalu ku dengar dari hampir setiap orang yang kutemui, tak ada rasa bersyukur atas sesuatu yang sedang dirasakannya. Entahlah apa yang ada di pikiran mereka sehingga sulit sekali menikmati apa yang telah Alloh berikan. Terlalu sulit untuk menghitung apa yang mereka dan kita terima, tapi anehnya keluhan keluhan itu hampir terdengar di setiap mulut yang berkata.
Aku berfikir sejenak mungkinkah mereka menggantungkan kebahagiaan mereka pada dunia ini, pada apa yang mereka lihat, bukan pada apa yang akan mereka temui di ujung kehidupan mereka masing masing, aneh. Jika begitu tak akan kebahagiaan ditemui, hanya keluhan yang keluar dari mulut setiap mereka berbicara.
Janganlah kebahagiaan digantungkan pada dunia, pada rumah mewah, pada keinginan atau cita cita, pada uang, dan pada apa saja yang sejatinya hanya sementara saja di kehidupan ini. Kebahagiaan hanya akan di temui pada jiwa jiwa yang pandai bersyukur, pada jiwa yang selalu merasakan indahnya anugerah Alloh. Berlatihlah menikmati nasi dan garam untuk memperoleh kebahagiaan dunia akherat.
nasi dan garam = penderitaan
Jumat 11.36 01042011
Aku berfikir sejenak mungkinkah mereka menggantungkan kebahagiaan mereka pada dunia ini, pada apa yang mereka lihat, bukan pada apa yang akan mereka temui di ujung kehidupan mereka masing masing, aneh. Jika begitu tak akan kebahagiaan ditemui, hanya keluhan yang keluar dari mulut setiap mereka berbicara.
Janganlah kebahagiaan digantungkan pada dunia, pada rumah mewah, pada keinginan atau cita cita, pada uang, dan pada apa saja yang sejatinya hanya sementara saja di kehidupan ini. Kebahagiaan hanya akan di temui pada jiwa jiwa yang pandai bersyukur, pada jiwa yang selalu merasakan indahnya anugerah Alloh. Berlatihlah menikmati nasi dan garam untuk memperoleh kebahagiaan dunia akherat.
nasi dan garam = penderitaan
Jumat 11.36 01042011
No comments:
Post a Comment