Thursday, January 6, 2011

Ada Apa (Jantungku)

Bulan desember kemarin aku sempet mengikuti ujian masuk di salah satu perusahaan, tiga hari lamanya beragam tes kujalani, sangat lengkap dan baru kali ini tes masuk ke sebuah perusahaan begitu lengkap dan detail. Hari pertama kujalani dengan lancar, dari sekian banyak aku termasuk yang lolos dari enam orang yang di terima, alhamdulillah. Hari kedua tes sama saja, lengkap dan detail, begitu terlihat saingan lima orang yang lain begitu semangat melahap setiap tes yang di berikan kepada mereka, aku merasa diriku tergopoh-gopoh menyelesaikan setiap lembaran tes yang di berikan, tapi aku tetap berusaha konsen, fokus dan tenang membereskan setiap permasalahan, alhamdulillah selesai dengan sedikit berdebar-debar rasanya. Tak kusangka di hari terakhir tes rupanya tinggal diriku dan satu orang teman dari enam orang di antara kami, kemana yang lain, untunglah di hari kedua kami berenam sempat bertukar nomor handpone dan sepakat untuk saling memberi informasi jika ada yang di panggil dan tidak di panggil untuk melanjutkan tes. Aku coba sms kelima peserta yang lain, ternyata mereka tidak ada yang di panggil untuk mengikuti tes yang terakhir.
Hari ketiga adalah yang paling berat, sama dengan dua hari yang lalu dimulai jam 8 dan berakhir di jam 3 sore dengan istirahat 1 jam. Kami berdua kelihatan bersaing untuk memperlihatkan kemampuan kami hingga tes usai. Sebelum pulang kami sempat sepakat jika salah satu dari kami ada yang di panggil untuk tes lagi kami akan saling memberikan informasi.
Seminggu berlalu tidak ada kabar hasil dari tes tes yang tela ku lalui, ku coba untuk sms ke yang lain ternyata sama, mereka juga tidak menerima kabar. Tak kusangka setelah beberapa hari menunggu aku mendapat kabar baik, aku lulus dan diperbolehkan mengikuti tes selanjutnya, yaitu medical test lengkap, aku coba sms menanyakan ke yang lain ternyata hanya aku yang mendapatkan kesempatan itu.
Medical test ku jalani di Jakarta, disinilah akhirnya masalahnya. Setelah seminggu berlalu dari medical test aku tidak menerima hasilnya sama sekali, setelah aku cek ke laboratorium tempatku medical test ternyata mereka telah mengirimkan hasilnya sehari setelah aku medical test, itu berarti sudah enam hari yang lalu. Akhirnya aku coba mencari contact person perusahaan yang mengadakan tes tes tersebut. Aku coba telfon dan akhirnya setelah dua hari bersusah payah mendapatkan komunikasi dengan pihak HRD perusahaan tersebut akhirnya kudapatkan jawaban juga.
Mereka memberikan informasi bahwa semua tes yang kujalani berhasil dengan baik, namun ada satu catatan dari medical test, bahwa aku dinyatakan tidak lulus di sana. Dokter yang melaksanakan ECG memberikan sedikit catatan tentang kondisi jantungku, di jantungku ada masalah.
Aku kaget dan bertanya kembali detail permasalahanya, namun pihak perusahaan tidak mau memberikan jawaban, itu dapat aku mengerti karena itu adalah hak prerogatif mereka atas hasil tes tersebut. Aku bingung mengapa begini jadinya, ada apa dengan kondisi jantungku?
Hingga kini aku terus mencari informasi apa itu ECG, apa itu jantung, pokoknya semua yang berkaitan dengan jantung coba aku dapatkan informasinya. Aku berharap ini dapat memperbaiki kondisiku dalam waktu dekat, dan dapat mengerti apa saja yang sebaiknya aku lakukan dan apa yang harus aku hindari.
Dari informasi yang kudapat memang ada beberapa tanda tanda yang dapat kurasakan pada diriku tentang jantungku, ya itu benar. Namun saat ini yang dapat aku lakukan adalah segera mungkin menyelesaikan permasalahan ini, dengan berolahraga, mengatur pola makan, dan mendapatkan informasi secara akurat kondisi jantungku ini dari laboratorium.
Untuk langkah yang terakhir aku tak tau apakah bisa? terbentur masalah biaya tentunya, tidaklah murah untuk pergi ke laboratorium dan ECG ulang, sehingga detil jantungku bisa ku dapatkan informasinya. Aku tak tau berapa biayanya. Setelah aku pulang nanti aku berencana mendapatkan informasi tentang ECG, berapa biayanya. Aku berharap semuanya baik baik saja, ya Alloh mudahkan jalanku, amin.

No comments:

Post a Comment