Bagiku keluargaku adalah segalanya, mereka semua menjadi penyemangat kehidupanku, memandang anakku menyenangkan hatiku memandang istriku hilang kesepianku. Indahnya bila bersama mereka. Sudah seminggu lebih mereka tidak disisiku, hm... sepi rasanya rumah ini, sepi juga rasanya hati ini. Bikin malas ini susah pergi, bikin ngantuk ini datang lagi, jadinya ya cuman tiduran gak berguna, dari pagi sampe sore hari dikala hari libur seperti ini, sungguh berbeda situasinya dengan seminggu yang lalu, ketika semua masih lengkap ada di rumah ini.
Ini akan berlangsung lama, dua bulan kira-kira, apakah dua bulan juga aku akan merana, oh, sedihnya jika ini terjadi padaku. Mulai-mulai saja aku berusaha membohongi diriku dengan menatap foto-foto anak istriku di komputer, ah tidak bisa, tetap saja sepi yang kurasa. Ku coba lagi menipu perasaanku dengan memutar lagu MP3 koleksiku, tetep saja cuma bikin berisik telinga, yang ada tetangga sewot dan marah-marah ntar jadinya. Huft. Hampir putus asa berusaha menghilangkan rasa sepi yang menyerang bertubi-tubi. Aha.. banyak pakaian kotor, nyuci saja kalo begitu.
Sedikit berhasil menghilangkan rasa sendiri ini dengan berbagai aktifitas di rumah, nyuci, nyapu, masak air, aih..ini macam ibu-ibu saja lama-lama. Lanjut lagi ngepel, ngusir nyamuk-nyamuk nakal, buang sampah... hilang sudah rasa sepi ini.
Beranjak siang semua sudah kulakukan, aku berfikir kembali apalagi yang bisa kulakukan. hm..??? Ah coba saja mikirin ide-ide, cari cara, cari-cari masalah, pemecahannya, solusinya, apalagi? Ah akhir-akhir ini banyak waktuku yang luang, manfaatin aja buat hobi, hobiku apa yah? Koomputer, internet, IT, elektronika, programming, futsal, olahraga, baca buku, jalan-jalan ke kampung, maen ke rumah temen, ah itu saja dulu hal yang bisa menyenangkanku cukup itu saja kutuliskan.
Mulai ku temukan gaya permainanku di kala sepi di tinggal anak istri. Ya jalanin saja hobi-hobi, jalanin saja hal yang bisa memuaskan diri, menyenangkan fikiran, menambah ilmu hilangkan depresi, lupakan pekerjaan yang menyebalkan (menyebalkan atasanya, bukan pekerjaannya), lupakan wajah-wajah idiot supervisor, ah lupakan itu, ingat yang positif saja, ini baru diriku, yag sudah seminggu hilang, kabur seperti orang sakit jiwa yang kabur dari sarangnya di RSJ.
Ku temukan diriku kembali, ku temukan gaya permainan terbaikku kembali, kususun jadwal waktu kosongku, ku isi dengan hobi, ku isi dengan kesukaanku, semua terasa segar, semua terasa ku suka, ah indahnya dunia, semoga bisa berlangsung lama kebohongan ini, berlangsunglah yang lama, selama mereka tidak disini tidak apalah.
No comments:
Post a Comment