Wednesday, May 4, 2011

Berdosakah...

Emosiku semakin memuncak, ga tau kenapa hari hari ini aku seperti tidak terkendali, ingin marah, benci, muak, ingin teriak, ingin bercerita, ingin mengeluh, aduhh ada apa ini, aku serasa tidak bisa mengendalikan diri ini, ya robb tolonglah... Bingung sendiri, sedih sendiri, tidak ada teman bercerita, tidak ada yang mengingatkan, pusing sendiri sadar sendiri, lalu marah lagi reda sendiri, lalu emosi sendiri dan lelah sendiri, semua kurasakan dan kulakukan sendiri.
Aku hanya berfikir kenapa semua ini bisa terjadi padaku, namun aku serasa berdosa berfikir seperti itu, kemudian tersenyum sendiri, ya sudahlah aku syukuri saja hidup ini. Hanya sekejap perasaan tenang datang, perasaan tidak enak kembali menyerang lebih lama dan lebih kerasan di tubuh ini. Aduh... dosakah aku untuk berkata aduh, mulutku terasa tidak terkendali, terkalahkan emosi, terkalahkan rasa ingin marah, aduh.. mulutku kembali tak mau dikendalikan, dan bicara begitu lagi.
Malam ini kulalui tanpa siapapun di dekatku, malam kemarin pun begitu, malam esok entahlah tapi 98 persen aku yakin akan seperti malam ini yang sepi dan sendiri, merasakan rasa tidak enak ini sendiri. Dosakah aku, tubuhku ini serasa tak terkendali, hati, fikiran, mata telinga, kaki tangan, ujung rambutku pun tak terkendali.
Ada satu sebab mengapa aku begini, namun aku tak kuasa untuk berbuat, aku tak kuasa untuk mencegah, rasa takut membuatku begini, intimidasi dari orang dekat, ancaman gagal dimasa depan yang menakutkan, aduh, kembali mulut ini tidak terkendali dan ngomong sendiri.
Marah aku pada diriku sendiri, marah aku pada orang disampingku, marah aku pada orang yang jauh dariku, aku marah pada semuanya. Berdosakah aku yang tidak terkendali ini?
Ingin ku tumpahkan air mata ini, namun logikaku mengatakan tidaklah pantas, perasaanku berontak untuk mngeluarkan air mata, logika berontak untuk berhenti bersedih dan lakukan apa yang bisa aku lakukan, mereka berdua bertengkar sendiri dan membiarkanku larut dalam kebingungan diriku sendiri, oh sungguh ingin ku mengatakan pusing, tapi aku malu dan takut akan ketagihan mengatakan itu kembali. Ingin ku bagi tubuh ini, seandainya ku mampu biar mereka berdua berjalan sendiri sendiri, tapi tidaklah Alloh menciptakan yang ada adalah yang terbaik namun kita tidak mengetahuinya.
Hanya satu tempat kita kembali, jika sudah seperti ini, akhirilah semuanya sekarang juga, atau biarkan semua tetap berjalan, tapi tetaplah diri ini harus kembali padanya.
Jika aku berdosa ampunilah aku ya Alloh, aku merasa tak mampu menahan semua ini, hanya pertolonganmu saja yang bisa membawaku ke jalanMu, astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah hal adziim, sesungguhnya Engkau maha pengampun segala dosaku.

No comments:

Post a Comment