Hujan mulai sering di bulan desember, pohon yang tinggal ranting mulai bertumbuh lembaran hijau muda yang berkilat, tanah mulai basah rumputpun mulai menghijau kembali. Begitu hujan menjadi berkah besar sebuah kehidupan, petani mulai sibuk, sawah mulai basah, begitu banyak harapan begitu banyak kesibukan, begitu banyak kebahagiaan.
Senin pagi berkabut seorang ayah memulai aktifitasnya kembali, bukan bertani, tapi melewati perjalanan kehidupan yang tak lebih ringan dari bertani, mungkin bahkan lebih beratnya. Dengan motornya melewati jauhnya perjalanan yang harus di tempuhnya menuju tempat kerja, meninggalkan sejenak keluarga demi menjaga kelangsungan kehidupan keluarga yang di tanggungnya. Setelah lebih 80 kilometer sampai juga, rasa lelah tidak mungkin di hiraukan, karena harus segera bekerja. Perjalanan yang lumayan jauh begitu menguras tenaga, menguras fikiran dan konsentrasi untuk selalu menjaga agar tetap selamat hingga bertemu keluarga.
Memburu waktu tidaklah mudah, tidak jarang banyak kejadian di perjalanan yang menghambat laju motor, kecelakaan, jalanan rusak yang berlubang dan berair bahkan terkadang kendaraan lain yang melaju membahayakan, sangatlah mudah dan bikin lelah.
Belum habis lelah namun pekerjaan harus segera di lakukan, hmm, terkadang makan siang pun terlupakan, terkadang juga sengaja di lupakan, ah diri ini jangan terlalu banyak bersenang.
Memang mungkin untuk pulang dan pergi setiap hari, tapi dua hari sekali saja rasanya sudah ber kat, tibalah rabu sore berangkat pulang, bahkan rasa lelah perjalanan hari senin belum juga hilang. Apa yang ku peroleh dari semua ini, tiada kesenangan yang di harapkan, tiada sesuatu yang di inginkan, rabu malam jika masih di temui putri tersayang, hilang semua lelah di badan.
hmm...
No comments:
Post a Comment