Tuesday, December 22, 2009

Basah Basahan

Wah hari ini sebenernya sebel banget, tapi juga sabar banget. Betapa sebelum berangkat kerja harus nungguin hujan dulu, jam 8 kurang 15 menit baru reda, padahal jam masuk kerja jam 8, sementara rumah ke tempat kerja 23 Km di tempuh dengan motor dan belum lagi melewati macetnya Jakarta, huff, enggak banget deh hari ini. Inilah permulaan di mulainya penderitaanku hari ini, tapi penderitaan ini ternyata melahirkan satu kepuasan yang besar di akhir akhirnya, hihihi, koq bisa, simak saja ceritanya kawan.
Jam 8 kurang 15 menit aku keluar rumah karena hujan sudah cukup reda, meski gerimis tipis masih juga turun, kayaknya aman kalo buat jalan. Keinginan untuk sarapan pagi di warung langganan ("warteg baru", namanya) sebenarnya sudah terbersit walau tak menghiraukan jam sedah mendekati injury time, tapi ketika melihat gemelayut mendung hitam akhirnya keinginan mampir ke "warteg baru" terkalahkan. Buru buru kupacu motorku melintasi jalanan becek, melewati kemacetan dengan kesabaran dan sedikit rasa kantuk yang masih tersisa di mataku. Dinginya udara sehabis hujan membuat kaca helm jadi sedikit buram, tapi untunglah tadi sebelum berangkat sempat ku oleskan salep ajaib buat kaca helm, hhihihii, sebenarnya cuma kit buat beningin body motor.
Melintas di lebakbulus hujan mulai menyerang lagi kuputuskan tuk cari tempat berteduh, tapi malangnya sepanjang lebakbulus tak kutemukan, akhirnya masuk daerah pondok indah ku baru bisa berhenti dan berteduh dan hasilnya badan sudah setengah keriing setengah basah, ini parah, mau pake mantel masih ragu2, akhirnya hujan berangsur reda dan ku lanjuutkan petualanganku kembali.
Lolos dari pondok indah memasuki arteri hujan kembali mengamuk, terpaksa ku berhenti kembali berteduh, sialnya halte bis ini begitu kecil dan begitu banyak orang lain yang ikutan berteduh, aku cuman dapat separo badan selamat dari tetesan air hujan, duh, mau pake mantel sudah kepepet orang, mau jalan derasnya minta ampun ga ada pilihan aku harus bertahan dengan sebagian badan di guyur hujan. Jam sudah menunjukkan 9.30 pagi, sial ini sudah pasti telat, untung saja si boss hanya sms, coba kalo telpon pasti berabe dah. Hujan sudah agak reda ku pacu lagi motorku, dan lupa aku memakai mantel hujan, untung saja agak lama berjalan hujan ga menyerang lagi, melewati kebayoran lama menuju permata hijau tiba tiba hujan deras banget dengan tiba tiba, sial kali ini bener bener ga bisa berteduh nanggung semua hujan kelewat deras, dan byuuurrrr, sial mobil itu masuk kubangan pas aku di posisi yang tepat untuk di siram dengan kubangan air jalanan, hah, basah seluruh tubuhku, aku gak bisa mengelak lagi akhirnya ku putuskan untuk nekad saja dengan terus melawan datangnya hujan yang bertubi tubi hingga akhirnya setelah melewati palmerah aku baru sadar akan bawaanku, sial tasku, hapeku, ketas kertasku, kameraku, alamaaaak, bodoh banget diri ini, gara gara emosi hancur semua. Akhirnya kuputuskan untuk beerhenti di pom bensin pejompongan untuk ngeringin semua barang barang itu, huff untung saja tadi hape di matiin pas habis sms si boss, masih untung juga tas posisi di punggung jadi ga basah basah amat, tapi duit 2000, aduhhh, hancur ledeh banget dah.
Di pom bensin coba kurapihkan diriku yang berantakan, jaket aku lepas, aku peras, airnya cukup buat miara ikan lele sepasang cowo cewe. Sepatu aku lepas airnya aku tuang, cukup buat miara ikan selele sepasang lagi cowo cewe. Sialnya duh kakiku gatal gatal, ini akibat kaus kaki, terpaksa aku lepas kaos kaki aku buang saja dari pada disimpan malah jadi penyakit. Cukup lama aku ngaso di pom bensin, karena hujan cukup deras, akhirnya cuaca mulai bersahabat ketika jam sudah menunjukkan 10.48 menit. Aku langsung tancap gas dan sampai di lokasi kerja kali ini tanpa air hujan sedikitpun, walaupun badan sudah basah semua, sepatu berisi air dan menetes kemana mana airnya, cuek bodo amat emang lagi musim hujan, aku memasuki salah satu gedung pemerintahan yang besar di daerah monas dengan basah kuyup.
Di ruangan kerja langsung ku rapikan kembali diri ini, ku lepas semua pakaianku tinggal celana panjang dan celana dalam doang (hihihihi) ku jemur jaket, baju, sepatu di bawah angin angin ac, untunglah pas istirahat sudah lumayan bisa di pake walaupun masih basah basah dan kuyu terlihat.
Setelah sholat duhur akhirnya aku br mengistirahatkan tubuh ini walau hanya 15 menit di atas kursi tanpa mimpi, alhamdulillah, dan akhirnya sampai sore aku tidak bisa bekerja, karena teman yang lain tidak ada yang datang karena huja, hiks, ternyata diriku pejuang juga, padahal akulah yang terhitung menempuh perjalanan paling jauh. Tapi sorenya ketika mau pulang aku berhasil membawa ratusan juta rupiah untuk perusahaan (walaupun bukan duit sendiri, hihihhi) dalam waktu kurang dari 1 setengah jam. Hihihihi. Hari yang menyedihkan tapi membanggakan, dan yang paling senang adalah ketika mau pulang dapat kabar dari kampung, insyaAlloh beberapa minggu lagi puteri kesayangan akan di lahirkan, terimakasih ya Alloh, engkau telah menguji kesabaranku hari ini dan menunjukkan kemurahanMu seketika, aku sangat bersyukur padaMu ya Rabb. (nantikan ceritaku dengan istriku yang tak kalah menarik, melewati masa sulit, masa sedih dan bahagia)



No comments:

Post a Comment